www.ceriacerdas.com - Toko Mainan Anak Online
 
Halaman Utama  |  Cara Berbelanja  |  Katalog  |  Hubungi Kami  |  Sign In
 
Pelanggan
 
Registrasi
Keranjang Belanja
 
 
Fitur
 
Panduan Memilih
Artikel
Rubrik Konsultasi
 
 
Aneka Layanan
 
Arena Bermain
Playgroup / TK
Konsultan Anak
 
 
Artikel
 
Tipe Permainan Yang Baik Untuk Anak
Aktivitas Seni Rangsang Kreatifitas Anak
Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak
Tips Memilih Sekolah
Mainan Anak
 
 
Pembayaran
 
 
Artikel
 
Jenis-jenis Kecerdasan
Senin, 08 Oktober 2012
 

Lebih lanjut hadir teori baru tentang Multiple Intelligence yang menyatakan bahwa setiap anak memiliki beberapa potensi kecerdasan. Kegiatan pendidikan anak usia dini hendaknya memperhatikan kecerdasan atau potensi dalam diri anak tersebut ketika anak sedang belajar tentang dunianya. Setiap kecerdasan dapat dirangsang dengan cara yang berbeda.

Gardner menggunakan kata kecerdasan (intelligence) sebagai pengganti kata bakat. Ada sembilan kecerdasan yang diidentifikasi oleh Gardner yang disebut dengan kecerdasan majemuk (multiple intelligences), yaitu:

1. Kecerdasan Metematis (Logical Mathematical Intelligence).

Kecerdasan ini merupakan suatu kemampuan untuk mendeteksi pola, berpikir deduktif, dan berpikir logis. Kemampuan ini sering diasosiasikan dengan berpikir secara ilmiah dan matematis.

Kecerdasan logis-matematis terlihat dari ketertarikan anak mengolah hal-hal yang berhubungan dengan matematika dan peristiwa ilmiah. Bedanya dengan kecerdasan lain, kecerdasan ini mempunyai suatu komponen khas, yakni sebagai kepekaan dan kemampuan untuk membedakan pola logika atau numerik, dan kemampuan menangani rangkaian penalaran yang panjang. Ciri-ciri anak yang mempunyai kecerdasan ini adalah ketika anak berusia 2-4 tahun senang sekali menghitung benda¬benda di sekelilingnya. Bagi anak tersebut, lingkungan bisa dijadikan sebagai sarana untuk belajar, misalnya dengan menghitung jumlah kuntum bunga di sebuah cabang pohon di depan rumah.

2. Kecerdasan ruang (Spatial Intelegence)

Anak dengan kecerdasan  spatial atau cenderung berpikir secara visual, kaya dengan khayalan internal sehingga cenderung imajinatif dan kreatif. Mereka mampu memanpulasi dan menciptakan gambar didalam pikiran mereka. Cirri-cirinya sebagai berikut.

·       Sangat senang bermain dengan bentuk dan ruang (rancang bangun), seperti puzzle dan balok.

·       Hafal sekali jalan yang pernah dilewati. la akan protes kalau jalan yang dilewatinya berbeda. Tak jarang, ia memandu pengemudi untuk melalui jalan yang dikenalnya.

·       Tidak banyak bicara, melainkan lebih aktif mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan abstraksi ruang seperti mencoret-coret, mewarnai, bermain puzzle, menyusun balok, dan sebagainya. Kegiatan ini jauh lebih diminati anak dibandingkan dengan minat verbalnya.

·       Memiliki problem solving yang lebih baik dibandingkan anak lain karena dia bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelahnya.

·       Senang mengukur-ukur mana yang lebih panjang dan pendek, besar dan kecil, atau jauh dan dekat dengan alat-alat sederhana yang ditemukannya di rumah atau dengan anggota tubuhnya sendiri seperti menjengkal atau melangkah.

·       Bisa menangkap perkiraan atau jarak. Jika berlari, ia bisa mengantisipasi diri dengan ruang hingga tak menabrak.

·       Memiliki perhatian yang tinggi terhadap detail, seperti gradasi atau ukuran yang sedikit berbeda, misal dua benda yang sama persis hanya beda sekian milimeter.

·       Pandai mempersepsi apa yang dia lihat.

·       Mudah membaca peta, grafik, dan diagram.

·       Suka seni; menggambar, melukis, dan memahat

·       Menyukai bacaan yang penuh gambar-gambar ber-warna.

·       Senang merekam peristiwa/kejadian dengan video kamera.

Cara membangkitkan kecerdasan ini:

·         gunakan gambar dalam belajar.

·         buat coretan/simbol-simbol untuk melambangkan sesuatu.

·         ajarkan ia peta pikiran.

 

 

3. Kecerdasan Musikal (Musical Intelligence).

Anak dengan kecerdasan musikal memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

·         Mudah mengenali dan menyanyikan nada-nada.

·         Dapat mentransformasikan kata-kata menjadi lagu dan menciptakan berbagai permainan musik.

·         Peka terhadap ritme, ketukan, melodi, atau warna suara dalam sebuah komposisi musik.

·         Terlihat menikmati saat bermain musik, suka bersenandung atau bernyanyi

·         Sangat suka mendengarkan lagu dan musik, bahkan kesedihan akan berkurang di kala mendengarkan lagu atau musik.

·         Dapat menyebutkan dengan tepat kunci nada saat mendengarkan musik.

·         Memiliki suara yang merdu.

·         Mampu mengingat syair dengan baik.

 

 

4. Kecerdasan Gerak (Godly-kinesthetic Intelligence).

Anak yang kecenderungan senang bergerak dan menyentuh. Mereka memiliki kontrol pada gerakan, keseimbangan, ketangkasan, dan keanggunan dalam bergerak.

Karakteristik anak yang cerdas secara kinestetik dapat diamati dengan mudah. Anak sangat senang bergerak seperti berlari, berjalan, melompat, dan sebagainya di ruangan yang bebas. Meski terkadang jatuh, tapi keadaan ini masih normal bila anak berusia di bawah tiga tahun. Jangan batasi geraknya, karena memang fisiknya sedang berkembang. Namun orangtua harus menjaganya agar tidak terjatuh.

Selain itu anak yang cerdas kinestetik pada usia balita juga mampu melempar benda secara terarah kira-kira sejauh satu meter, senang memanjat benda yang tinggi, bermain di air, dan naik turun tangga. Anak mampu melompat dengan dua kaki seperti lompat kodok. Kemampuan ini memerlukan keseimbangan tubuh dan biasanya dikuasai anak usia 4-5 tahun. Ketika lagu diputar, tubuhnya bergerak harmonis mengikuti irama musik. Senang aktivitas pura-pura (role playing) misalnya, pura¬pura jadi kodok, bebek, menirukan orang menyetir mobil, atau memasak. Tidak menyukai duduk dalam waktu yang lama. Ciri lainnya, anak dapat melepaskan kaos, celana, dan kaos kaki sendiri. Juga bisa membangun jembatan dengan menggunakan balok-balok tanpa terjatuh. Aktivitas ini melibatkan keterampilan motorik halus, koordinasi visual motorik, dan keseimbangan. Ciri-cirinya sebagai berikut.

·       Terlihat tidak bisa diam, selalu ingin melakukan sesuatu, bergerak-gerak aktif ketika duduk. Deteksi ini bisa terlihat sejak bayi.

·       Senang kegiatan fisik, seperti melompat-lompat, olah raga atau permainan fisik, semisal kejar-kejaran, bersepeda, gulat-gulatan, dan sebagainya.

·       Anak perlu menyentuh objek yang sedang dipelajari. Misal, guru menerangkan dengan alat peraga. Nah, si body smart biasanya akan maju ke depan karena ingin menyentuh alat peraga tersebut.

·       Terampil mengerjakan kerajinan tangan seperti menjahit, membuat bentuk-bentuk dari lilin mainan, dan sebagainya.

·       Suka dan bisa menirukan perilaku/gerakan orang lain dengan balk, misalnya meskipun hanya sekali menyaksikan artis berlenggak-lenggok di layar kaca, anak sudah bisa menirukannya.

·       Suka bekerja dengan tanah liat, melukis dengan tangan, atau bekerja dengan menggunakan anggota tubuh lainnya.

·       Suka mengutak-atik benda yang menarik baginya. Umpama, membongkar pasang mainan. Orangtua yang kurang berpendidikan akan menganggap anak ini nakal karena suka merusak mainannya.

·       Senang berolah raga.

·       Resah jika tak melakukan apa-apa.

·       Menyukai pelajaran olah raga.

·       Belajar paling efektif dengan bergerak.

 

Cara membangkitkan kecerdasan ini:

·       ajak ia bermain peran.

·       gunakan gerak untuk belajar.

·       padukan gerak dengan semua mata pelajaran.

 

 

5. Kecerdasan Alam (Naturalist Intelligence).

Anak dengan kecerdasan alam memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

·       Memiliki ketertarikan yang besar terhadap alam sekitar. Mereka menyukai benda-benda dan cerita yang berkaitan dengan peristiwa alam, misalnya terjadinya awan dan hujan, asal usul binatang, pertumbuhan tanaman, hingga tata surya.

·       Sangat tertarik dengan berbagai kegiatan yang dilakukan di luar rumah. Begitu juga dengan sistem pembelajaran di sekolah, dia lebih menyenangi aktivitas belajar yang dilakukan di luar ruangan atau kelas dengan mengobservasi alam.

·       Senang bermain di taman, kebun, serta akrab dengan berbagai binatang peliharaan seperti kucing, kelinci, anjing dan sebagainya.

·       Sering mempertanyakan berbagai gejala alam, entah itu mengenahi gempa, tsunami, dan sebagainya.

·       Menyukai aktivitas berkemah, hiking, memancing, dan kegiatan rekreasi lain yang berhubungan dengan alam, seperti pantai, laut, hutan, dan sebagainya.

·       Senang mengoleksi berbagai benda dari alam, seperti kerang-kerangan, batu-batuan, dan sebagainya.

 

 

6. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence).

Kemampuan untuk menjalin relasi sosial dengan orang lain. Anak dengan kecerdasan ini mampu mengetahui dan menggunakan beragam cara pada saat berinteraksi, sehingga tidak mengalami kesulitan untuk bekerja sama dengan orang lain. Mereka memiliki empati, toleransi sehingga dapat merasakan perasaan, pikiran, tingkah laku, dan harapan orang lain.

·       Kecerdasan interpersonal datang dari kemampuannya sendiri karena adanya kesadaran yang kuat. Ini dinamakan juga sebagai kecerdasan sosial. Adapun ciri-ciri selengkap¬nya sebagai berikut.

·       Memiliki empati. Anak memiliki kemampuan memahami peasaan orang lain. Dia begitu peka dengan situasi dan kondisi yang ada dan tahu tindakan dan sikap yang harus dilakukan pada masing-masing kondisi, misalnya saat temannya sedih karena kehilangan boneka, dia berusaha menghiburnya dengan meminjamkan boneka miliknya.

·       Bersikap asertif. Saat orang lain mencoba merampas haknya, dia tahu apa yang harus dilakukan. Dia bisa mengemukakan kepentingan dan hak-haknya tanpa merugikan orang lain, I am OK you are OK. Anak tidak pasif dengan selalu mengalah, tapi dia juga menjauhkan sikap egois yang menempatkan semua keinginannya di tingkat tertinggi. Dia bisa bertindak di antara ke dua sifat tersebut. Saat mobil mainannya direbut, dia tidak diam atau menangis tetapi juga tidak langsung memukul si perebut, melainkan berkata, Jangan ambil mainanku sembarangan. Kamu boleh memainkannya setelah aku.”

·       Bisa bekerja sama. Anak bisa mengetahui dengan jelas mana yang menjadi tugasnya dan mana tugas orang lain. Dia juga tak punya masalah hubungan dengan masing-masing anggota kelompok. Tak jarang, kemampuannya bekerja sama membuat anak dipercaya memimpin kelompok tersebut. Jiwa kepemimpinannya memang terlihat jelas. lnisiatifnya mengambil keputusan sangatlah baik. Setelah memahami tugas yang diembannya, dia bisa mengatur dan mengendalikan teman-temannya untuk mencapai suatu tujuan. Seperti dalam permainan sepak bola, dia mampu mengatur para pemainnya agar memenangkan pertandingan. Anak dengan kecerdasan ini mampu menempatkan sesorang. dalam posisi yang tepat, misalnya saat diberi tugas mendirikan tenda di perkemahan, dia bisa mengatur siapa yang memasang tali, menancapkan pondasi, memasang tiang, dan sebagainya.

·       Mediator dalam konflik. Jiwa kepemimpinan yang dimiliki membuat anak lihai dalam menyelesaikan konflik antarteman. Terlebih jika anak mengenal dengan jelas kedua belah pihak yang bertentangan. Dengan kemampuan komunikasinya yang baik, dia bisa mengajak keduanya untuk menyelesaikan masalah dengan keputusan saling menguntungkan.

·       Gampang berteman. fleksibel, mudah bergaul, dan tidak pilih-pilih teman. Dia tidak alergi pada teman atau orang baru. Bahkan tak jarang, dia menganggap sosok yang baru dikenalnya tersebut sebagai teman lama.

 

7. Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence).

Anak yang memiliki pemahaman dan kendali yang balk mengenai diri sendiri. Mereka tahu apa yang didapat dan tidak dapat dilakukannya dalam lingkaran sosial.

Kecerdasan intrapersonal merupakan kecerdasan yang dimiliki individu untuk mampu memahami dirinya. Secara lebih sempit dapat diartikan merupakan kemampuan anak untuk mengenal dan mengindentifikasi emosi, juga keinginannya. Selain itu anak juga mampu memikirkan tindakan yang sebaiknya dilakukan dan memotivasi dirinya sendiri. Meskipun anak dengan karakter ini dapat mengintropeksi diri serta memperbaiki kekurangannya. Namun kadarnya dapat berbeda-beda. Anak dengan cerdas diri dapat mengekspresikan perasaannya secara verbal juga melalui bahasa tubuh.

 

8. Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelligence)

Kecerdasan spiritual (spiritual intelligence) adalah kemampuan mengenal dan mencintai ciptaan Tuhan. Kemampuan ini dapat dirangsang melalui penanaman nilai¬nilai moral dan agama.

Ciri anak yang memiliki kecerdasan spiritual yang menonjol adalah baik pada sesama dan rajin menjalankan ibadah agamanya. Biasanya ini terlihat saat dia berinteraksi dengan sesama dan lingkungannya, sikapnya ramah dan baik pada siapapun, tidak pernah membuka aib (kejelekan, kekurangan, dan kekhilafan) orang lain, dan mampu menangkap esensi dari agama yang dia anut.

Sumber : Artikel Anak, 2012

 
Advertensi
 
"Dari panduan CeriaCerdas.com, saya bisa menentukan mainan untuk meningkatkan kreativitas anak saya."
Ibu Lusi - Serpong

"Kado ulang tahun buat putriku tercinta sampai dengan sangat cepat, biar terpisah oleh gunung dan laut saya tetap bisa kirim kado. Thanks CeriaCerdas."
Bp Harry

"DAPATKAN BONUS MENARIK UNTUK PEMBELIAN ONLINE !!"
-CeriaCerdas-

"Kirimkan kesan Anda ke care@ceriacerdas.com dan dapatkan voucher diskon."
Customer Care
 
 
Online Chatting
 
Sisca 
Sharas 
Mariam 
 
 
Free!
 
Gratis kartu ucapan dan bungkus kado untuk pembelian mainan sebagai hadiah ulang tahun.
 
 
Pengiriman
 
 Jasa pengiriman via TIKI